Ini Dia Gejala Alergi yang Menghampiri Ketika Masuk Musim Kemarau

Gejala Alergi
Gejala Alergi

Gejala Alergi – Memasuki musim kemarau biasanya disertai dengan beberapa gejala gangguan kesehatan. Khususnya bagi para penderita alergi udara atau alergi yang muncul ketika perubahan musim.

Selain mengonsumsi antialergi dan dekongestan sebagai pengobatan, menghindari faktor pemicunya merupakan langkah yang tidak kalah tepat.

Lakukan Pencegahan dan Hindari Pemicunya

Tidak semua dari kita memiliki alergi terhadap kondisi udara dan cuaca tertentu, tetapi tidak sedikit juga yang memilikinya sehingga merasa sangat terganggu. Gejala-gejala alergi cuaca di perubahan musim memasuki kemarau di antaranya:

  • Kulit Gatal-Gatal

Baik memasuki musim kemarau atau musim dingin, kulit bisa terasa gatal. Rasa gatal tersebut cukup mengganggu. Terkadang tidak ada tandanya di permukaan kulit kita, hanya terasa gatal secara acak di tubuh dan letaknya bisa berubah-ubah.

Gejala alergi ini merupakan alergi yang umum ketika memasuki musim kemarau. Anda bisa konsumsi obat pereda gatal dan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh Anda. Bila rasa gatal semakin mengganggu, konsultasikan kepada dokter.

  • Bagian Tubuh Membengkak

Bagi sebagian orang, perubahan musim yang membuat perubahan kondisi cuaca dan suhu udara bisa menimbulkan gejala alergi berupa pembengkakan di bagian-bagian tubuh tertentu. Seperti tangan yang membengkak. Umumnya reaksi alergi pembengkakan ini ketika bagian tubuh bersentuhan langsung dengan pemicunya.

Misalnya mandi dengan air dengan suhu terlalu dingin di musim kemarau. Musim kemarau biasanya membuat suhu air menjadi lebih dingin dari biasanya, begitu pun dengan suhu udara, meski matahari sedang terik-teriknya.

  • Bersin-Bersin dan Hidung Berair, Hingga Tersumbat

Info kesehatan berikutnya seputar alergi terhadap perubahan cuaca ketika memasuki kemarau ialah timbul gejala alergi berupa bersin-bersin, hidung berarir, dan hidung tersumbat. Hal ini dipicu karena suhu tubuh yang tidak stabil, selain itu juga karena debu di sekitar kita memang lebih banyak ketika musim kemarau.

  • Sakit Tenggorokan

Sama dengan gejala sebelumnya, sakit tenggorokan ini difaktori suhu tubuh yang tidak stabil dan debu atau polusi. Anda bisa konsumsi obat-obatan pereda, serta lebih banyak minum air putih.

Perbanyak konsumsi asupan sehat seperti sayur dan buah juga akan sangat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.