Pantai Jogan dan Air Terjun Mempesona di Perbukitan Gunungkidul

Pantai Jogan dan Air Terjun
Pantai Jogan dan Air Terjun

Jogjakarta, selain terkenal dengan seni dan budayanya, keindahan alamnya selalu menjadi incaran para penggemar wisata pantai, termasuk pantai-pantai indah di Jogja, terutama di Gunungkidul.

Kali ini, kita akan membahas tidak hanya pantai pasir putih, tetapi juga pantai yang benar-benar unik yang berbeda dari pantai lain. Nama pantai itu adalah Pantai Jogan. Mengapa Pantai Jogan termasuk kategori unik?

Di pantai ini Anda akan melihat air terjun lebat yang langsung menuju ke laut. Sejauh ini yang diketahui banyak orang, air terjun ini mengalir melalui formasi batuan yang terkikis dan jatuh dari ketinggian.

Dan kita biasanya melihat kaskade terbentuk di lingkungan pegunungan di mana erosi sering terjadi. Tapi apa yang terjadi jika air terjun langsung jatuh ke laut terbuka?

Untuk melihat keindahan air terjun dan bebatuannya, Anda setidaknya harus turun menuruni tangga yang disediakan oleh manajer setempat. Sesampainya di bawah, Anda akan merasakan besarnya keajaiban dan keindahan Pantai Jogan.

Musim gugur air tawar bergabung dengan air laut karena Pantai Jogan tidak memiliki batas laut. Dengan demikian, air yang berasal dari bukit-bukit di belakang pantai ini langsung menuju ke laut.

Tentu saja, kejadian ini membuat pantai Jogan berbeda dari pantai-pantai lain di Gunungkidul yang umumnya dapat digunakan untuk bermain pasir, air dan air. berenang

Jadi, selama musim hujan, aliran air cukup penting tetapi berawan. Selama musim kemarau, air yang mengalir ke laut menjadi kecil. Dan itu akan mengurangi keindahan Pantai Jogan.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mengunjungi pantai ini untuk mengagumi keindahan dan keunikan alam ini. Karena itu momen yang ideal adalah selama transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pastikan bahwa beberapa hari sebelum pergi ke tempat ini, hujan tidak akan mengosongkan wilayah Jogja.

Baca Juga  Liburan Tidak Perlu Banyak Uang Kamu Dapat Mengunjungi Negara Ini

Karena pantai ini tersembunyi dari bukit, sangat sulit untuk mencapai karang di kaki Pantai Jogan. Pantai ini diapit oleh tebing batu kapur pegunungan, Pantai Jogan juga memiliki ombak yang indah.

Jika seorang pendaki gunung, lokasi Pantai Jogan juga sangat dekat dengan Pantai Siung, sebuah keanggunan yang sempurna untuk pecinta alam.

Tetapi sekarang, bahkan di air terjun Pantai Jogan, yang tingginya 10 meter, manajer telah mengoptimalkannya sebagai cara untuk mendorong adrenalin, yang biasa dikenal sebagai ngarai.

Dengan pengawal dan tali pengikat yang aman, Anda dapat mencoba menyelinap dari air terjun ke pantai dan dapat berpose di waktu luang Anda, karena manajer lokal menyediakan layanan untuk mengambil foto Anda.

Pantai Jogan terletak di desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Untuk sampai ke pantai, Anda akan melakukan perjalanan selama 2 jam. Lalu lintas tidak akan diblokir dan jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Jogja.

Dari pusat kota Jogja, ke arah timur atau ke arah Jalan Wonosari. Lanjutkan menuju desa Tepus, lalu ambil arah Pantai Siung, karena selalu selaras dengan Desa Siung dan Nglambor. Setelah melintasi area restitusi, terus lurus, lalu di sisi kanan jalan Anda akan melihat arah Pantai Jogan.

Jalan menuju Pantai Jogan cukup baik, dengan tuang beton cor yang bisa dikendarai dengan kendaraan bermotor atau mobil. Namun jalan tidak cukup lebar untuk dua mobil yang melintas.

Jika ada parkir yang luas, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, lokasi parkir mobil juga dekat dengan pantai. Jika ingin bersantai, di lokasi Pantai Jogan, sudah ada beberapa kios tempat makan. Harganya tidak terlalu mahal, tetapi kalau-kalau Anda harus bertanya sebelum memesan.

Baca Juga  10 tempat wisata alam bagus di jogja yang wajib di kunjungi

Untuk memasuki Pantai Jogan, Anda hanya membayar Rp5.000 untuk koleksi rendisi. Untuk harga ini, tidak hanya memasuki pantai Jogan, Anda juga bisa mengunjungi pantai Siung dan Nglambor di sebelahnya.

Untuk tarif parkir, seperti untuk tempat-tempat wisata pada umumnya, sepeda motor dikenakan IDR 2.000 dan IDR 5.000 mobil.